Kamis, 14 Juli 2016

Mengendalikan harga daging sapi? Koperasi peternakan sapi pasti bisa

Menjelang bulan Ramadhan lalu, Presiden Jokowi mengatakan kedatangan ratusan ekor sapi dari NTT akan dapat menurunkan harga daging sapi ke kisaran Rp70.000 – 80.000/kg. Harga itu diperkirakan dapat dicapai karena harga daging sapi hidup berkisar Rp 35.000- 37.000/kg.
Hitung-hitungan presiden Jokowibarangkali bisa disebut sebagai harga yang realistis, meski pada akhirnya banyak yang mengatakan harga itu mustahil bisa dicapai. Kenyataannya memang menjelang lebaran harga daging sapi tetap melonjak mencapai diatas Rp 100.000/kg, bahkan ada yang mencapai Rp130.000/kg. Akhirnya Kementrian Perdagangan membuka keran impor daging sapi untuk menekan naiknya harga daging dan menjual daging impor dengan kisaran harga Rp85.000/kg.
Sebenarnya mengapa harga daging sapi begitu sulit untuk dikendalikan, diatur dan ditekan mencapai harga ideal konsumsi masyarakat? Mungkin harga ideal benar Rp85.000/kg, tetapi mestinya harga ideal itu bisa dicapai juga untuk harga daging sapi local, bukan daging sapi impor. Mengapa daging sapi local selalu lebih mahal dibandingkan harga daging sapi impor?
Program Pemerintah dengan menggunakan kapal angkut khusus ternak yang dapat mengangkut sekitar 500 ekor ternak menjadi andalan untuk mengatasi kurangnya pasokan daging sapi yang sebenarnya lebih banyak dikonsumsi masyarakat Jabodetabek. Kapal Camara Nusantara I berhasil membawa 300 ekor sapi dari Kupang, NTT dan 200 sapi Ongole dari Sumba.
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengklaim pengangkutan ternak dengan kapal, bisa menurunkan biaya angkut kapal. Dikatakan dengan pengangkutan lewat laut, biaya angkut bisa ditekan dari Rp1,8 juta per ekor menjadi Rp320 ribu per ekor. "Yang kedua, (susutnya) bobot menjadi turun dari 20 persen menjadi tiga persen," Kata Menteri Pertanian.
Mari sekarang kita analisa, benarkah mengangkut menggunakan kapal ternak sudah efisien dan dapat menurunkan harga daging sapi di Jabodetabek?
Harga daging sapi di petani NTT berkisar Rp 30.000/kg timbang hidup dengan biaya angkut  Rp2000-3000/kg sampai di karantina. Dengan biaya angkut Rp320.000 ekor maka untuk 1 ekor sapi harga beli dan siap diangkut ke Jakarta berkisar antara Rp 10.500 ribu – 11juta. Biaya pakan selama 5 hari dan resiko susut sebesar 5 % maka biaya tambahannya berkisar sekitar 1 juta (susut Rp 525.000 dan biaya pakan Rp475.000), maka kira-kira harga yang harus dibayar sekitar Rp 12 juta.
Perhitungan harga jual karkas daging sapi adalah 50% dari bobot sapi, karena selebihnya berupa kulit, tulang dan jeroan yang harganya jauh dibawah harga dagingnya. Jadi 50% dari 285kg X Rp85,000= Rp12.112.500. Pedagang masih untung Rp 112.500. ditambah sisa karkas yang rata-rata dijual Rp 25000 X 142.5 kg= Rp 3.562.500. Maka rata-rata keuntungan yang masih bisa diperoleh sebesar Rp 3.673.500.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan peneliti dari Fakultas Pertanian UNPAD tahun 2015 masih ada biaya-biaya yang harus dikeluarkan seorang pedagang besar dari RPH sampai ke pasar. Biaya-biaya itu mulai dari sewa mobil,upah supir, upah tukang angkut, sewa tempat di RPH, retribusi potong, biaya potong, biaya menguliti dan membersihkan dan upah pemotongan yang mencapai Rp965.000/ekor. Jadi keuntungan Rp 3.673.500 – 965.000= Rp 2.708.500/ekor. Seandainya rata-rata untuk mengangkut sapi dari NTT sampai ke RPH Cakung dan dikirim ke pasar memakan waktu + 7 hari, maka seorang pedagang rata-rata mendapatkan penghasilan sekitar Rp 300-350 ribu/hari. Melihat perhitungan demikian, maka tidak heran banyak pedagang daging sapi yang mengatakan mustahil menjual dengan harga Rp 85.000/kg, apalagi dengan berbagai resiko yang harus dihadapi, belum lagi seandainya sapi itu mati diperjalanan.
KOPERASI sebagai mitra petani dan pedagang sapi.
Dengan permasalahan daerah penghasil sapi yang rata-rata jauh dari Jakarta, sedang konsumsi terbesar adalah masyarakat dan industry di sekitar Jabodetabek, maka perlu dicari solusi untuk memangkas biaya dan resiko agar daging sapi yang diterima masyarakat bisa relative ideal dari segi harga dan mutu. Mengkonsumsi daging sapi lokal berarti juga menyejahterakan peternak-peternak sapi. Berbeda dengan mengkonsumsi daging sapi impor yang lebih menguntungkan para pengusaha dan importer. Terlebih lagi dengan mengkonsumsi daging sapi lokal menunjukkan bahwa kualitas daging sapi lokal tidak lebih buruk dibandingkan daging sapi impor.
Koperasi harus didirikan di pusat-pusat peternakan sapi  seperti di Jawa Timur, Jawa  Tengah, NTT, NTB Bali atau daerah-daerah lain. Koperasi yang harus didirikan bertujuan menyiapkan infrastruktur agar masyarakat yang memerlukan daging sapi memperolehnya lebih mudah, lebih murah dan lebih cepat. Jika daerah penghasil sapi letaknya jauh dari Jakarta atau Jabodetabek, mengapa RPHnya harus ada di Jakarta atau di Jabodetabek. Mengapa Koperasi tidak mendirikan RPH-RPH di Jawa Timur, Jawa Tengah, NTT atau NTB. Jika Koperasi mendirikan RPH di pusat-pusat peternakan yang letaknya tidak jauh dari peternakan, maka efisiensi biaya di RPH dapat ditekan seminimal mungkin. Tidak perlu ada biaya sewa mobil,supir, biaya angkut, sewa tempat RPH dll. Barangkali hanya perlu retribusi dan ongkos potong.
Selain itu Koperasi bisa bekerjasama dalam pengawasan RPH yang didirikan sehingga sapi yang akan dipotong benar-benar sapi yang memenuhi syarat. Misal ketentuan berat minimum, sehat dan jantan. Dengan demikian maka dokter-dokter hewan juga bisa dikirim ke daerah-daerah untuk memelihara kesehatan sapi peternak sampai siap untuk dipotong..
Apa lagi yang bisa dikerjakan koperasi?
Australia bisa mengirim daging-daging sapi beku dalam bentuk potongan-potongan besar dan dijual dengan harga yang lebih murah dari daging sapi lokal. ArtinyaJika Australia bisa mengirim dan menjual dengan harga murah, maka Kop[erasi juga bisa melakukan hal yang sama. Artinya perlu membangun Rumah pendingin (Cool storage) yang mampu menampung daging-daging sapi yang telah dipotong. Cool storage dengan kapasitas 20-50 ton (sesuai dengan kapasitas potong per hari/minggu) akan menjadi tempat penyimpanan sementara sebelum dikirim ke daerrah-daerah yang membutuhkan terutama Jakarta/Jabodetabek. Pengiriman bisa dilakukan dengan truck container berpendingin yang mampu menjaga kualitas daging hingga beberapa hari bahkan minggu.
Dengan pengepakan (packaging) yang baik maka daging-daging sapi itu dapat dikirim dan sudah terseleksi sesuai dengan potongan, kaki depan, kaki belakang, rib, tenderloin, sirloin, hati bahkan sampai kulit dan tulang belulangnya. Dengan dipilah-pilah sesuai potongan, maka sejak awal harga daging sudah bisa ditentukan oleh koperasi. Pedagang besar yang membeli dari koperasi bisa mendapat harga yang pantas untuk setiap kualifikasi daging sesuai dengan mutu potongan daging.
Masih adakah yang bisa dilakukan koperasi?
Setelah menguasai di bagian peternakan, dan RPH serta penyimpanannya, Koperasi bisa mendirikan divisi angkutan dan transportasi. Pengangkutan bisa menggunakan kontainer 20 F atau 40 F, yang pasti jumlah yang diangkut akan menjadi lebih banyak dengan resiko yang lebih kecil dibandingkankan mengangkut sapi hidup. Setelah dibekukan, daya susut daging bahkan mungkin bisa seperti target dari Menteri Pertanian yang besarnya 3%.
Selain itu, seandainya para pedagang besar tidak mau menampung daging dari koperasi, Koperasi bisa menyiapkan divisi pemasaran yang memasok daging sapi langsung ke pasar, industri restoran atau industri makanan olahan.  Koperasi akhirnya benar-benar bisa melakukan kegiatan dari hulu hingga hilir dalam mengatasi problema daging sapi yang tidak pernah kunjung selesai.
Reformasi dan Revitailasi Koperasi peternakan khususnya peternakan sapi bisa menjadi alternative yang baik dalam mengendalikan, mengatur dan menekan harga daging sapi sampai pada tingkat yang ideal. Bahkan dengan reformasi dan revitalisasi koperasi peternakan, bukan tidak mungkin Koperasi akan mampu menjadi eksportir daging sapi ke mancanegara, dan daging sapi Indonesia akan merajai perdagangan di Asia bahkan dunia.
Catatan.

Struktur biaya dan Margin dari RPH ke Pedagang Besar, penelitian oleh Zahra Nur Amirah, Maman Paturochman, Adjat Sudrajat Masdar; Fakultas Peternakan UNPAD, Alumni Fakultas Peternakan UNPAD thn 2015, Staf Pengajar Fakultas Peternakan UNPAD- Analisis Rantai Pasok Daging Sapi

Minggu, 19 Juni 2016

ANTI DBD, Vaksin Belum Ada, JUMANTIK jadi alternative preventif

Ketika mendengar symposium peringatan ASEAN Dengue Day ke 6, 15 Juni 2016 lalu di Grand Sahid Jaya hotel di Jakarta, isu yang saya dengar adalah peluncuran vaksin DBD. Ditemukannya vaksin DBD adalah sesuatu yang membuat saya takjub, karena sebagai orang tua, penyakit DBD adalah penyakit yang mengerikan, terutama bila menjangkit kepada anak-anak.
Bagi saya penyakit DBD atau demam berdarah adalah penyakit yang termasuk silent killer, penyakit yang mematikan secara diam-diam. Betapa tidak, penderita DBD, terutama anak-anak, gejalanya seperti panas biasa, demam atau pusing-pusing yang menyertai. Karena gejalanya yang hanya mirip-mirip penyakit panas pada umumnya, maka orang tua kebanyakan hanya akan memberi obat turun panas dan pain killer untuk meredakan panas dan pusingnya.
Jarang orang tua yang berinisiatif untuk memeriksa apakah ada ruam atau bintik-bintik yang menyertai (selain banyak yang tidak paham caranya) atau langsung membawa ke dokter. Biasanya setelah demam lebih dari 2 atau 3 hari, barulah dibawa ke puskesmas atau ke dokter untuk memeriksakan penyakitnya. Sering akhirnya orangtua terlambat memeriksakan ke dokter dan menangani secara serius, sehingga sudah tidak bisa diobati akhirnya meninggal. Inilah yang saya sebut dengan silent killer, penyakit yang mematikan, akibat kurangnya pemahaman dan lebih sering terlambat menanganinya.
Belum lagi penyakit ini ditularkan melalui nyamuk aedes aegypti yang sangat mudah bersarang di rumah-rumah, dan tercatat sebagai jenis nyamuk yang paling cepat berkembang di dunia. Dari data WHO, Indonesia merupakan Negara ke-2  diantara 30 negara endemik yang memiliki kasus DBD. Meski angka kematian akibat penyakit ini hanya sekitar 1%, terlihat dari data 34 provinsi thn 2015, dengan penderita 129.179, yang meninggal sebanyak 1240 orang, pemerintah sering menetapkan kasus DBD sebagai kategori bahaya.  Laporan terakhir yang bisa dirangkum menjelang akhir Januari 2016 ini, DBD sedikitnya sudah masuk ketagori bahaya di 3 wilayah yang berbeda di Indonesia, yakni Jambi, Jombang, dan Bogor.
Sepanjang 50 tahun, penyakit DBD telah menginvasi lebih dari 100 negara sejak tahun 1970 yang hanya tercatat 9 negara, sehingga DBD termasuk sebagai penyakit dengan penyebaran tercepat di dunia. Dengan penyebaran yang demikian cepat dan angka kerugian akibat kematian dan kerugian ekonomi berdasar riset Sanofi Pasteur selama 10 tahun sejak tahun 2001 mencapai $1 milyar/tahun.
Untuk memerangi penyakit DBD di ASEAN,  dibentuk suatu kesepakatan yang dicanangkan dalam ASEAN Health Ministers Meeting 22 Juli 2011 di Singapura dengan menetapkan 15 Juni sebagai ASEAN Dengue Day. Indonesia bertindak sebagai tuan rumah dalam peluncuran ADD 2011 di Jakarta dengan tema “Jakarta Call for Action on Combating Dengue”. Tahun ini yang bertindak sebagai tuan rumah peringatan ADD adalah Negara Thailand.
Hj. Airin R D, walikota Tangsel bersama Prof Dr dr Sri Rejeki dalam ADD 2016

Peringatan ADD 2016 tahun ini memang belum bisa meluncurkan vaksin seperti isu yang saya dengar, tetapi setidaknya melalui ADD tahun ini, diingatkan kembali bahwa untuk memerangi DBD adalah dengan cara memerangi nyamuk aedes aegypty sebagai vector pembawa penyakit DBD. Dalam diskusi ini  Prof. Dr dr Sri Rejeki Hadinegoro Sp.A(K) selaku ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) mengatakan, hingga saat ini memang belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan serangan penyakit DBD. Pasien yang terserang penyakit DBD hanya dilakukan upaya pemberian cairan, mengurangi bahaya shock, dan asupan oksigen, karena seringnya pasien mengalami sesak napas. Ketidaktahuan pasien dan keluarga tentang penanganan dini dan penanganan dokter di rumah sakit sering mengakibatkan konflik, karena keluarga pasien menganggap bahwa pasien tidak ditangani dan diobati.  Bahkan seringkali pasien dibawa ke rumah sakit ketika kondisinya sudah sangat parah dan terjadi pendarahan atau pecahnya pembuluh darah yang mengakibatkan kematian.
Perang terhadap DBD dilakukan dengan gerakan 1 rumah 1 jumantik (juru Pemantau jentik) ditambah dengan program 3 M plus. Gerakan ini merupakan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan pencegahan perkembangbiakan nyamuk dengan memberantas jentik-jentiknya. Pembersihan sarang-sarang nyamuk seperti tempat penampungan air (water tank), bak mandi, tempat penampungan dispenser, tempat minum binatang peliharaan (burung, ayam, kelinci dll) dan tempat-tempat dimana air tergenang. Para Jumantik harus secara konsisten melakukan pengawasan secara berkala karena kemampuan nyamuk berkembang biak yang sangat cepat (7-10 hari). Di setiap rumah diharapkan kepala keluarga menjadi pemimpin dalam melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk dan program 3 M plus, menguras, menutup dan mengubur serta langkah-langkah tambahan dengan menggunakan obat nyamuk/antinyamuk sesuai dosis dan petunjuk pemakaian pada kemasan; menggunakan kelambu saat tidur siang dan malam hari; menanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender, zodia; memelihara ikan yang dapat memakan jentik nyamuk pada kolam atau bak mandi; menghindari daerah gelap di dalam rumah agar tidak ditempati nyamuk dengan mengatur ventilasi dan pencahayaan; serta memberi bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.
Walikota Tangerang Selatan. Hj. Airin Rachmi Diany membagi pengalaman gerakan 1 rumah 1 jumantik di Tangsel yang melibatkan 3 RW sebagai daerah percontohan nasional penanganan DBD. Di  RW 10, 12 dan 28 Perumahan Villa Inti Persada Pamulang, dibentuk pelatihan 450 mahasiswa sebagai kader Jumantik yang nantinya akan melatih warga untuk mencegah wabah DBD di tingkat RW. Hasil percontohan 3 RW di Tangsel itu menunjukkan angka indikator di Tangsel lebih rendah daripada indikator nasional. Angka indikator  nasional 49/100 artinya dari 100 ribu penduduk angka penderita maksimal 49, sedang di Tangsel angkanya 47/100.

Gerakan 1 rumah 1 jumantik yang menjadi program nasional pencegahan DBD adalah bentuk partisipasi masyarakat yang dihimpun secara berjenjang mulai dari Jumantik di tingkat rumah, kelompok RT, RW hingga tingkat yang lebih tinggi dengan mengumpulkan laporan dan data perkembangan dan pertumbuhan jentik nyamuk secara berkala. Dengan basis data ini diharapkan pencegahan secara dini Pemberantasan Sarang Nyamuk dapat mencegah mewabahnya DBD di tingkat masyarakat yang paling rendah.
Tulisan ini murni pendapat pribadi dan didukung oleh Sanofi group Indonesia 

Jumat, 17 Juni 2016

Memilih Asuransi, Memilih Teman Setia

Produk asuransi seharusnya menjadi sebuah kebutuhan primer setelah sandang pangan dan papan, karena melalui asuransi seseorang akan memiliki jaminan masa depan untuk dirinya sendiri maupun keluarga menjadi lebih pasti. Tetapi produk asuransi yang bisa melindungi seseorang ditentukan kredibel tidaknya perusahaan asuransi yang menjaminnya. Setelah tahun 2009 PT AIG life telah berubah menjadi PT AIA Financial  yang merupakan anak perusahaan dari AIA group, yang keberadaannya terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebagai perusahaan asuransi yang menempati peringkat ke dua di Indonesia, AIA finance memiliki berbagai produk asuransi yang dapat memberikan jaminan sesuai dengan kebutuhan nasabahnya. Thn 2014 lalu, AIA bahkan menempati peringkat ke 3 dalam hal Total Weighted Premium Income (TWPI) dengan pangsa pasar 10,3 persen dengan pertumbuhan sebesar 23% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 8.1 T.

Dalam sebuah diskusi di bilangan Jakarta Selatan Minggu 12 Juni lalu, Valuklik bekerjasama dengan AIA Finance mengambil tema BLOGGING and BEYOND. How to optimized your own blog. Dalam diskusi itu hadir pembicara Fritz Ananda, Marketing Bussines Partner AIA Finance, Sintaries Ni Jerindra, Co Founder Blogger Perempuan dan Alfred Lucky Chandra, SEO Manager Valuklik. Diskusi itu sendiri diikuti lebih dari 50 blogger yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya.
Sintaries dalam blog and Beyond foto Dian Anthie

Diskusi dalam rangka mengisi bulan puasa Ramadhan 1437H ini Sintaries, seorang praktisi media social dan CO founder Blogger perempuan menerangkan blogging atau nge-blog adalah sebuah kegiatan tulis menulis di media online yang sifatnya sangat personal. Kemampuan menulis seseorang sehingga dapat mengikat pembacanya, meningkatkan jumlah follower dan menaikkan ranking atau peringkat di mata agency, ditentukan dari beberapa hal seperti unik, segementasi dan beberapa hal lain. Sekitar 30 menit Sintaries mengupas berbagai hal yang berkaitan dengan dunia tulis menulis, media social dan personalitas blogger yang ditekuninya sejak beberapa tahun lalu, yang kemudian banyak mengundang pertanyaan dari para blogger yang hadir.

Sesi berikutnya yang diisi oleh Fritz Ananda, seorang Marketing Bussines Partner dari AIA menjelaskan betapa pentingnya seorang memiliki asuransi, baik yang masih jomblo, istilah yang dimaksudkan pada mereka yang masih belum berkeluarga, ataupun mereka yang telah memiliki pasangan hidup dan buah hati. Pentingnya asuransi di masa sekarang karena banyak hal terjadi yang dapat menyebabkan keuangan dan ekonomi seseorang menjadi jatuh, contoh sakit yang mengharuskan di rawat di rumah sakit atau kecelakaan. Banyak orang menabung atau menyisihkan hasil kerja kerasnya akhirnya jatuh bangkrut karena tidak memiliki proteksi atau asuransi. Uang yang disimpan akhirnya habis karena membiayai rumah sakit atau karena ha-hal tidak terduga lainnya.

Memiliki asuransi berarti seseorang telah melakukan perencanaan keuangan untuk menjamin masa depannya, memproteksi keluarga dan anak-anaknya, juga merealisasikan impian hidup lebih tenang, seimbang antara bekerja dan berinvestasi. Melalui asuransi seseorang dapat menentukan berapa besar proteksi yang diinginkan bagi dirinya, bagi keluarga dan anak-anak, serta besarnya investasi dengan harapan keuntungan financial yang akan diberikan di masa yang akan datang.

Fritz Ananda menggambarkan beberapa jenis asuransi yang dapat diambil seseorang untuk menjamin masa depannya, baik asuransi konvensional maupun yang berbentuk syariah. Indonesia dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia merupakan pangsa pasar yang sangat berarti bagi perkembangan asuransi syariah. Melalui AIA Sakinah Assurance, AIA fianance berusaha mewujudkan arti teman setia bagi para nasabahnya. AIA sakinah Assurance adalah jenis asuransi yang dapat memberikan 4 kata kunci sebagaimana seorang teman setia yaitu Tenang, Optimal, Tenteram dan Bahagia.

Teman setia akan selalu memberikan ketenangan, hal itu yang diberikan AIA Assurance, karena pengelolaan asuransi sesuai prinsip syariah, saling menolong, melindungi dan menanggung resiko atas sesame peserta  asuransi jiwa syariah. Sebagai teman setia AIA Sakinah Assurance juga berusaha memberikan sesuatu yang optimal, seperti  3 pilihan investasi yang pasti lebih baik dibanding investasi lain. AIA sakinah Assurance juga memberikan perasaan tenteram bagi peserta asuransi karena memberikan perlindungan jiwa dan kecelakaan serta perlindungan tambahan sesuai dengan kebutuhan. Dan yang terakhir setiap peserta AIA Sakinah akan memberikan kesempatan mendapatkan surplus underwriting setiap tahun, layaknya kado ulang tahun dari seorang teman setia.

Dalam kehidupan modern yang sangat ketat persaingannya, dimana seseorang menjadi lebih banyak bekerja dibanding istirahat atau sedikit berwisata sebagai penyeimbang kehidupan, orang menjadi lebih rentan terhadap serangan penyakit kritis seperti stroke, jantung atau penyakit lain. Lewat proteksi tambahan AIA Sakinah Assurance memberikan layanan asuransi kesehatan yang komprehensif yang memberikan penggantian biaya selama rawat inap di rumah sakit rekanan secara cashless, memberikan 100% santunan apabila terdiagnosa 32 penyakit kritis dan perlindungan terhadap cacat tetap dan penyakit kritis  dengan memberikan pembebasan pembayaran kontribusi apabila penderita menderita resiko.


Meski dalam istilah AIA Sakinah Assurance seperti Tabarru atau dana Rabarru agak sedikit berbeda dengan istilah asuransi konvensional, tetapi yang lebih penting adalah manfaat yang dijamin oleh AIA Sakinah Assurance sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dalam agama Islam, demikain penjelasan penutup dari Fritz Ananda dalam diskusi sore itu. 

Selasa, 14 Juni 2016

Untuk Angelina, stop Child abuse

Ketika kasus pembunuhan Engeline, sosok perempuan mungil berusia 9 tahun terkuak di media tahun lalu, publik kini semakin miris karena gelombang kekerasan kepada anak dan perempuan makin menjadi-jadi, makin sadis dan makin brutal. Peristiwa demi peristiwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak intensitasnya semakin tinggi diberitakan di media cetak, televisi maupun di media sos
ial. Peristiwa Cangkul berdarah di Tangerang yang kemudian menjadi inpirasi bagi pelaku pemerkosaan  di Makasar menunjukkan perilaku kekerasan terhadap anak dan perempuan sudah pada tingkat yang mengkhawatirkan.
Sebuah kesempatan berdiskusi tentang anak berkaitan dengan kekerasan terhadap anak dan perempuan, baru saja digelar Ramadhan Bincang Anak 1437H bertemakan “ Ayo jadi sahabat anak”. Tema ini dirasa sangat pas ketika kekerasan terhadap anak ternyata secara tidak sadar dilakukan mulai dari rumah tangga, sekolah dan lingkungan. Terlebih lagi di sekolah, dimana tempat anak memperoleh perlindungan, kenyamanan dan kesempatan mendapatkan ilmu pengetahuan dalam suasana yang menggembirakan, ternyata yang terjadi adalah kebalikannya. Kini seorang anak pergi ke sekolah dengan menyandang beban yang sangat berat, buku-buku tak mampu lagi terangkut dalam sebuah tas, melainkan dalam bentuk koper. Beban pelajaran yang sangat banyak dengan tuntutan semua harus dikuasai sesuai kemauan guru, bahkan dengan kesempatan bermain dan berekspresi yang sangat kurang akibat fasilitas yang minim dari sekolah.
Beberapa fakta yang mencengangkan ini diungkap oleh Kak Seto Mulyadi, pakar psikologi anak yang telah berkecimpung lebih dari 46 tahun dalam pendidikan TK (taman Kanak-kanak). Kini anak-anak pergi ke sekolah dengan perasaan stress yang tinggi. Beban PR dari guru-guru yang kadang tidak berimbang dengan kemampuan siswa. Satu guru memahami satu atau 2 mata pelajaran, tetapi seorang siswa diharuskan memahami semua mata pelajaran sesuai dengan kurikulum, sehingga muncul anggapan kurikulum pendidikan di Indonesia kurang berpihak pada hak anak.
Sebuah fakta yang sangat mengejutkan ketika diungkapnya jumlah warga binaan lembaga pemasyarakatan menempati 3 besar adalah para pelaku kekerasan terhadap anak dan perempuan. Fakta ini mengungkapkan betapa kekerasan yang terjadi pada anak dan perempuan akibat dari kurangnya kepedulian dan tanggung jawab masyarakat terhadap anak. Ketidaktahuan atau ketidakpedulian terhadap 4 hak dasar  anak seperti hak hidup, hak tumbuh dan berkembang, hak perlindungan dan hak berpartisipasi mengakibatkan pola asuh anak mulai dari rumah tangga, sekolah dan lingkungan tidak lagi di dasari pada pemenuhan hak anak tersebut.
Solusi yang dikedepankan dalam pola asuh dan mendidik anak menurut Kak Seto, adalah mendidik dengan CINTA. Orangtua dituntut menjadi artis multi talenta yang perannya lebih pada sahabat anak, bukan hanya sebagai orang tua. Dengan menjadi sahabat anak, maka orang tua dituntut untuk kreatif sebagai penyanyi, pendongeng, pelawak, pesulap atau sebagai ilmuwan.  Kak Seto yang kini didaulat kembali sebagai Ketua Komnas Anak Era Baru mencanangkan pembentukan Satgas Perlindungan Anak hingga tingkat RT/RW seluruh Indonesia dalam rangka mensosialisaikan “Jadi Sahabat Anak”.

Kekerasan anak terhadap Angeline yang dituangkan dalam film UNTUK ANGELINE mencoba mengadaptasi fakta persidangan dalam kisah tragis dan mengenaskan yang menimpa Engeline di Surabaya thn 2015 lalu. Film yang dibuat dalam rangka Hari Anak Nasional bulan Juli yad akan tayang tgl 21 Juli secara nasional. Film ini didukung banyak tokoh dan artis ternama seperti Kinaryosi, Ratna Riantiarno, Kak Seto dan Dewi Hughes. Naomi Ivo berperan sebagai Angeline.

Selasa, 07 Juni 2016

Lewat Pro Sehat, bimbingan untuk Ibu Hamil jadi lebih Optimal

Sebuah aplikasi berbasis android  yang mengedepankan pelayanan kesehatan dan info tentang kesehatan yang dipandu oleh dokter-dokter terbaik di Indonesia kini bisa menjadi pilihan para pengguna smartphone dengan nama PRO SEHAT. Pro Sehat yang ikut berpartisipasi dalam Perayaan hari Pendidikan Nasional di Jakarta beberapa waktu lalu menyelenggarakan sebuah diskusi bersama dr. Bram Pradipta SpOG di kawasan Senayan dengan mengambil tema Ibu Pintar Mencapai Kehamilan Optimal.

Dalam diskusi itu, dr Bram Pradipta menerangkan perlunya asupan gizi yang maksimal dan nutrisi yang cukup agar kehamilan yang dialami dapat terjaga dengan baik dari bulan ke bulan hingga saat melahirkan. Pentingnya asupan gizi dan nutrisi yang baik agar kesehatan sang ibu tetap terjaga dan perkembangan janin dan pertumbuhan otaknya juga terpenuhi.

Ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan selama masa kehamilan seperti kebutuhan asam folat dan kalsium tulang. Beberapa kondisi seperti osteoporosis selama kehamilan bisa terjadi karena kurangnya konsumsi kalsium tulang. Kebutuhan kalsium selama hamil jauh lenbbih tinggi dibandingkan dengan keadaan biasa. Juga perlu diperhatikan untuk tidak mengkonsumsi kopi agar penyerapan kalsium tidak terhambat.
Diskusi yang melibatkan sejumlah ibu-ibu dan para blogger juga dilanjutkan dengan sosialisasi Pro Sehat sebagai aplikasi yang dapat membantu mendapatklan informasi kesehatan terutama tentang masalah kehamilan yang akan dijawab secara langsung oleh dokter-dokter yang telah bergabung sebagai mitra Pro Sehat. Dr. Gregorius Bimantoro sebagai founder dari Pro Sehat memberikan penjelasan tentang aplikasi yang fokus pada aplikasi kesehatan Indonesia dengan fitur tanya dokter, cek harga obat, dan pengantaran obat atau sering disebut apotik online yang lengkap

Dalam kesempatan menjelaskan Pro Sehat Dr Bimo panggilan akrabnya  memperkenalkan 2 fitur terbaru  dari Pro Sehat yaitu Tanya Dokter dan Apoteker di dalam tab Tanya Pro Sehat dan Info Kesehatan. Dalam fitur terbaru Tanya Dokter dan Apoteker didukung sekitar 300 dokter yang siap menjawab berbagai keluhan yang diderita pasien. Selain itu fitur ini juga menyediakan tempat bagi pengguna untuk menanyakan perihal status pesanan dan pertanyaan mengenai produk dan obat. Fitur lain Info Kesehatan adalah fitur yang berisi artikel kesehatan, penyakit kronis dan gaya hidup sehat. Melalui fitur Info Kesehatan, para pengguna smartphone akan mendapatkan kemudahan mengakses informasi di manapun dan kapanpun.
Dr Bimo juga mengatakan fitur-fitur lama yang telah berjalan yang lebih dikenal dengan apotek online  tetap dapat digunakan dan tetap menjadi fitur yang diperlukan  seperti Foto Resep Obat
yang dapat digunakan untuk membeli obat sesuai dengan resep dari dokter tanpa perlu ke apotik. Cukup mengirimkan foto resep, maka pelayanan pengantaran obat yang diperlukan dapat dilakukan. Hal ini sangat diperlukan seandainya pasien berada di rumah sakit dan memerlukan obat untuk operasi sementara apotik yang lengkap tidak berada di sekitar rumah sakit. Validasi resep dokter itu dilakukan oleh tim yang dipimpin apoteker bersertifikat. Kemudian konfirmasi pengiriman obat dari rekanan apotek resmi.
Sebagai pelopor layanan pengantaran obat lengkap dan asli dari apotek resmi atau sering disebut apotik online, Pro Sehat memudahkan untuk mengecek harga obat bebas dan suplemen berdasarkan kondisi/keluhan kesehatan. Dalam aplikasi ini, pasien cukup menuliskan keluhan kesehatannya, seperti ‘batuk’, maka akan muncul berbagai produk kesehatan terkait.

Selain itu Pro Sehat juga selalu memberikan info-info terbaru yang berkaitan dengan promo produk kesehatan sehingga bisa menghemat hingga 25%.melalui fitur Promo Sehat. Jika keluarga atau pasien menyandang penyakit kronis dan memerlukan obat secara rutin, maka Pro Sehat akan menyediakan layanan yang akan langsung mengantarkan secara rutin kebutuhan produk kesehatan dari apotek resmi. Dengan fitur Langganan Obat di Pro Sehat, bagi penyandang penyakit kronis (diabetes, asam urat, hipertensi, penyakit jantung, asma, dll) kebutuhan kesehatan yang perlu dikonsumsi secara rutin untuk jaga kualitas hidup, bukan lagi menjadi hambatan. Layanan fitur aplikasi yang penting juga adalah Tracking Pesanan. Melalui fitur ini setiap pasien akan mengetahui secara pasti ketersediaan dan proses pesanan produk / obat yang diperlukan. Aplikasi Android Pro Sehat dirilis pada tanggal 10 November 2015. Masyarakat dapat langsung menggunakan fitur mencari obat dan suplemen atau kirim foto resep dokter dengan memasang (Install) aplikasi Pro Sehat dari Google Play Store secara gratis.

Minggu, 24 April 2016

Valentino “The doctor” Rossi, the Italian riders

Bagi masyarakat Indonesia nama Valentino Rossi adalah nama yang sangat akrab di telinga. Kemunculannya di berbagai iklan otomotif bersama pelawak Komeng seakan Rossi adalah warga negara istimewa yang mampu menyapa dengan bahasa Indonesia meski dengan lafal yang unik. Rossi adalah kebanggaan Indonesia karena ia mewakili sportifitas olahragawan yang pantang menyerah walau usianya sudah termasuk senja untuk olahraga otomotif. Sementara rekan-rekannya yang seusia seperti Loris Capirossi, Kenny Roberts jr sudah lama memutuskan untuk pensiun atau pindah ke Superbike, Rossi masih bertahan bahkan ia menginginkan tetap memacu motornya hingga usia 40 tahun.
Balapan tahun 2015 adalah puncak kegemilangan dan menjadi masa yang paling mengharukan bagi "The Doctor". Rossi mampu bertahan hingga menjelang akhir musim balapan dengan menduduki posisi teratas klasemen, hanya terpaut 7 poin dari posisi ke 2 yang ditempati Jorge Lorenzo. Ditengah kemelut insiden terjatuhnya Baby Alien Marc Marquez yang bersenggolan dengan Rossi, akhirnya juara dunia jatuh ke tangan Jorge Lorenzo. Di sirkuit Valencia Spanyol, duo Spanyol Marc Marquez dan Jorge Lorenzo seakan-akan bahu membahu dan saling menjaga jarak untuk menjegal Rossi.
Menempati posisi balap 20 pada akhir balapan, akibat hukuman penalty dan pengurangan poin akibat insiden sirkuit Sepang di balapan sebelumnya, seolah sudah membunuh Rossi sebelum bertanding. Tetapi dengan semangat baja dan modal pengalaman 7X juara dunia, Rossi tetap memacu motornya dan finis di urutan 4 dibelakang Jorge, Marquez dan Pedrosa. Bahkan menit-menit terakhir, Rossi masih terlihat beradu kencang dengan Pedrosa untuk meraih posisi 3, meski akhirnya Rossi menyerah. Meski hanya menduduki posisi ke 2, Rossi dinobatkan sebagai Player of the Year dan banyak meraih simpati masyarakat dunia, termasuk Indonesia.
Rossi, Rossifumi, julukan yang diberikan temannya karena kekaguman Rossi terhadap pembalap Jepang Norick-Norifumi-Abe ketika debut balapannya dimulai di kelas 125 cc bersama Gauloises Fortuna Yamaha. Setelah naik ke kelas 500cc pada musim 2000 Rossi berpendapat untuk olahraga sekeras MotoGP butuh keseriusan dan ia merasa dirinya bukan anak kecil lagi, selain itu ia juga menyukai ide sebagi ilmuwan gila dan melakukan eksperimen edan, sehingga ia menjuluki dirinya sendiri “The Doctor”. MotoGP tidak membutuhkan seorang superhero, katanya, tetapi lebih membutuhkan ketenangan, kalem dan pemikir seperti seorang dokter.
Kini Rossi menapak tahun ke 20 musim balapnya sejak 1996 dan bertekad untuk memenangi juara dunia ke 8. Rossi puasa gelar sejak tahun 2009 saat ia bergabung dengan Yamaha. Pembalap berusia 37 tahun ini telah berkali-kali ganti pabrikan, mulai dari Honda, Yamaha, Ducati sebelum kembali bersama Yamaha Movistar. Kemarin Rossi baru saja membuktikan bahwa ia masih sangat diperhitungkan dengan memenagi seri Race di Jerez, Spanyol. Menggunguli Lorenzo dan Marquez, kini Rossi menempati posisi 3 klasemen sementara dengan 33 poin. Jatuhnya Rossi di Seri Austin Amerika mengakibatkan tidak bertambahnya poin Rossi karena ia tidak bisa mengikuti balapan sampai finis.
Rossi adalah lambang semangat olahragawan professional yang perlu menjadi panutan bagi semua olahragwan termasuk olahragawan di Indonesia. Tidak banyak olahragwan yang masih bisa menorehkan tinta emas di penghujung karirnya. Orang malah sering melepas dan mundur ketika berada di puncak karir, karena khawatir tidak mampu dan alasan usia. Padahal dengan ketekunan, disiplin dan semangat meraih prestasi masih bisa memertahankan kondisi kesehatan dan kekuatan. Belum lagi perkembangan teknologi yang dapat mengukur secara detail kebutuhan asupan gizi, nutrisi dan kalori seseorang dapat mempertahankan kemampuan tubuh agar tetap prima, tetap dalam puncak kebugaran. Ketenaran dan materi yang berkelimpahan bukan menjadi alasan untuk menghindari disiplin.

Bravo Rossi, bravo Italian Riders..

Sabtu, 23 April 2016

Implan Gigi, pengalaman yang mendebarkan

Ingat ucapan Ruhut Sitompul" Mulutmu harimaumu" tentu akan mengingatkan betapa pentingnya mulut dan berhati-hati terhadap apa yang akan kita ucapkan. Menjaga mulut itu penting, baik secara fisik maupun perkataan. Menjaga kebersihan mulut terutama gigi sudah diajarkan sejak kecil, gosok gigi, berkumur minimal 2 kali sehari, pagi dan sebelum tidur. Artinya kebersihan gigi adalah salah satu menjaga usaha menjaga kebersihan mulut.

Bau mulut juga merupakan masalah yang sering menggangu, Bau mulut bahkan dapat meruntuhkan kepercayaan diri seseorang. Bayangkan ketika kita baru saja membuka mulut untuk berbicara, orang bereaksi mengernyitkan kening kemudian menutup hidung, kontan akan membuat kita mengurungkan niat untuk berbicara.

Pengalaman ke dokter gigi harusnya dibiasakan sejak kecil, kontrol istilah kerennya. Ke dokter gigi bukan berarti kalau gigi kita sakit. Setidaknya setiap 6 bulan sekali, hendaknya kita mengajak anak-anak untuk periksa gigi. membersihkan karang gigi. Memeriksa apakah sudah terjadi pengeroposan atau berlubang. Periksa ke dokter gigi juga cara mengantisipasi jika terjadi radang gusi, sariawan atau radang mulut lainnya.

Setalah berpuluh tahun tidak pernah ke dokter gigi akibat trauma, kemarin saya nekad untuk implan gigi. Kondisi gigi memang sudah tidak baik, selian beberapa sudah tanggal dan patah, gigi yang lainj juga keropos dan tanggal sebagian meninggalkan akar gigi. Implan gigi ini karena ada tawaran perawatan menarik dari sebuah klinik gigi di bilangan Thamrin jakarta Pusat. Mulanya saya tidak tahu apa sebenarnya yang dimaksud dengan implan gigi, tetapi berhubung kondisi gigi yang sudah mengganggu, saya iyakan ajakan untuk melakukan implan gigi.

Beberapa hari setelah  pemeriksaan, saya mencoba mencari tahu lebih banyak apa implan gigi itu. Ternyata dari beberapa video yang saya lihat betapa mengerikannya proses itu. Tetapi apa boleh buat, janji telah dilakukan dan proses pembuatan stuktur gigi yang akan diimplan sudah dilakukan. Bahkan wanti-wanti petugas di klinik gigi itu mengatakan, please, bapak jangan sampai tidak datang ya, karena proses pendaftaran, pemeriksaan dan pelaksanaan implan gigi ini harus komit (berkomitmen maksudnya). Sayapun dengan berani mati mengiyakan janji tersebut.

Sampai pada hari H, saya setiap hari rajin menggosok gigi, bahkan sampai 5-6 kali setiap hari, terutama sesudah makan. Maksudnya jangan sampai para dokter gigi itu menemukan slilit (sisa makanan) di sela-sela gigi saya atau mencium bau tak sedap yang keluar dari mulut saya. Setelah duduk di kursi pemeriksaan dan berbaring, barulah teringat ucapan Bang Ruhut, si raja Minyak, Mulutmu Harimaumu. Betapa malu melihat konstuksi rontgen gigi yang tidak beraturan dan sejumlah akar gigi yang masih tertinggal.
Sebenarnya trauma masa kecil ketika ke dokter gigi masih membayangi di pikiran saya. Pertumbuhan gigi depan yang tidak normal, dan menonjol keluar diputuskan oleh dokter agar dicabut. Teknologi kedokteran awal tahun 70an mungkin masih sederhana sehingga proses pencabutan gigi itu sampai membuat saya dan ibu saya sekaligus. Trauma itu akhirnya yang menyebabkan saya memilih untuk tidak ke dokter gigi meskipun mengalami sakit gigi selama sekian puluh tahun.

Di kursi pesakitan tempat saya berbaring, saya dikelilingi beberapa dokter yang masih muda, cantik dan tampan. Senyum mereka tidak bisa saya lihat terbungkus masker hijau. Rasa gentar dan malu sebenarnay lebih mendominasi dibanding rasa takut. Rasanya seperti membuka aurat dan telanjang di hadapan mereka, meski sebenarnya saya masih berpakaian lengkap.

Di kursi pesakitan inilah saya teradili untuk sekian puluh tahun yang telah saya lakukan terhadap mulut saya sendiri. Pecandu kopi yang sering menyeruput panas-panas dari air yang baru mendidih. Minum air dingin setelah makan atau ngemil, juga penikmat air soda yang mengakibatkan rapuhnya gigi, menyebabkan runtuhnya kepercayaan diri di hadapan para dokter gigi bercadar masker hijau. Dengan sangat terpaksa menahan malu, membuka mulut selama sekian puluh menit dan tidak mampu mengatupkan rahang.

Proses implan gigi adalah teknologi menanam gigi palsu secara permanen di tulang rahang dengan bahan titanium YANG PROSESNYA BERTAHAP. Setelah pemasangan akar gigi yang terbuat dari bahan anti karat, bagian rahang yang ditanam dijahit untuk proses pemulihan dan adaptasi. Setelah seminggu jahitan akan dibuka, untuk kemudian menunggu sampai proses adaptasi tubuh dengan bahan “asing” selama 3-4 bulan. Setelah 3-4 bulan baru pemasangan mahkota gigi yang terbuat dari porselen.

Selama 1.5 jam proses pemasangan akar gigi, disobek, dibor dan akhirnya dipasang akar gigi buatan itu benar-benar proses yang tidak terlupakan. Jika anda belum pernah membuka mulut selama 1 jam atau lebih, bisa bayangkan betapa lelahnya saya. Barangkali tidak heran jika pesakitan dan terdakwa seperti Nassarudin cepat-cepat membuka mulut dan menyebut pihak sana dan sini yang ikut terlibat kasus korupsi bersamanya. Nassarudin pasti memilih bungkam kalau tahu implant gigi lebih menyakitkan daripada menjadi terdakwa.